MAKALAH
AUDITING II
AUDIT
DANA
Makalah
Ini Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah Auditing II
Dosen
Pengampu : Andhika Satriya Wicaksana.
SE., Akt

Disusun
Oleh :
NAMA
: FITRI LISTIANI
NPM : 1294998
KELAS
: D3 PBS A
PRODY
D3 PERBANKAN SYARIAH JURUSAN SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM STAIN JURAI SIWO METRO
LAMPUNG
TP
: 2014/2015
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kepada
Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayahnya makalah yang berjudul AUDIT DANA
ini
dapat diselesaikan tanpa hambatan suatu apapun.
Makalah ini merupakan salah satu
tugas mata kuliah Auditing II di STAIN JURAI SIWO METRO. Penulis menyadari
bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat berbagai kekurangan, maka
dari itu kami mengharapkan kritik dan saran dari pembacanya.
Semoga makalah ini dapat memberi
manfaat kepada pembaca, serta menambah wawasan dan ilmu tentang auditing dalam
sebuah pendanaan.
Metro, November
2014
Penyusun
DAFTAR
ISI
HALAMAN
DEPAN................................................................................. i
KATA
PENGANTAR.............................................................................. ii
DAFTAR
ISI.............................................................................................. iii
BAB
I PENDAHULUAN......................................................................... 1
A. Latar
Belakang............................................................................... 1
B. Rumusan
Masalah.......................................................................... 2
C. Tujuan............................................................................................ 2
BAB
II PEMBAHASAN........................................................................... 3
A. Pengertian
Audit Dana.................................................................. 3
B.
Siklus Audit Pendanaan................................................................ 3
C.
Pengujian Substantif atas Saldo Utang Jangka Panjang......... 4
D. Pengujian Substantif atas Saldo
Ekuitas Pemegang Saham.... 8
BAB
III KESIMPULAN........................................................................... 10
DAFTAR
PUSTAKA............................................................................... 12
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Kegagalan audit yang seringkali
terjadi banyak disebabkan oleh tidak dilaksanakannya prosedur audit yang
penting atau tidak dievaluasinya bukti-bukti audit dengan benar. Perencanaan
audit yang baik seringkali dapat mencegah jenis kesalahan ini. Kegagalan audit
yang seringkali terjadi banyak disebabkan oleh tidak dilaksanakannya
prosedur audit yang penting atau tidak dievaluasinya bukti-bukti audit dengan
benar. Perencanaan audit yang baik seringkali dapat mencegah jenis kesalahan
ini. Manajemen keuangan merupakan menajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan.
Fungsi-fungsi keuangan meliputi bagaimana memperoleh dana (raising of fund)
dan bagaimana menggunakan dana tersebut (allocation of fund). Manajer
keuangan berkepentingan dengan penentuan jumlah aktiva yang layak dari
investasi pada berbagai aktiva dan memilih sumber-sumber dana untuk
membelanjakan aktiva tersebut.
Aktivitas bagian keuangan merupakan
salah satu kegiatan fungsional utama di dalam operasional perusahaan yang
merupakan serangkaian kegiatan dari seluruh sistem aktivitas bisnis. Pada
aktivitas bagian keuangan, secara tidak langsung di dalamnya sudah termasuk
aktivitas bagian-bagian lainnya, karena pada dasarnya setiap unit kegiatan
membutuhkan dana atau biaya dari bagian keuangan. Oleh karena itu, fungsi
bagian keuangan dalam suatu organisasi ditunjukkan untuk merencanakan,
mengumpulkan, menganalisa, dan memonitor data dari seluruh aktivitas fungsional
dalam suatu perusahaan.
Untuk memastikan adanya efektifitas
dan transparansi penggunaan dana dalam suatu organisasi atau perusahaan, perlu
dilakukan adanya suatu audit, khususnya audit pada manajemen fungsi keuangan.
Audit manajemen fungsi keuangan dimaksudkan untuk mencari dan menemukan
informasi tentang bagaimana rencana yang telah ditetapkan diwujudkan melalui
berbagai kegiatan operasional yang disoroti khusus dari segi keuangan. Agar
audit manajemen atas fungsi keuangan dapat mencapai sasarannya maka ada empat
hal yang mutlak perlu mendapat perhatian, yaitu sasaran finansial perusahaan,
perencanaan keuangan, organisasi dan pengawasan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka rumusanmasalah yang dapat
disimpulkan yaitu :
1.
Bagaimana Pengertian Audit Dana ?
2.
Bagaimana Siklus Audit Pendanaan ?
3.
Bagaimana Pengujian Substantif atas Saldo Utang Jangka
Panjang ?
4.
Bagaimana Pengujian Substantif atas Saldo Ekuitas Pemegang
Saham ?
C. Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah :
1. Untuk
Mengetahui Pengertian Audit Dana,
2.
Untuk Mengetahui Siklus Audit Pendanaan,
3.
Untuk Mengetahui Pengujian Substantif atas Saldo
Utang Jangka Panjang,
4. Untuk
Mengetahui Pengujian
Substantif atas Saldo Ekuitas Pemegang Saham.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Audit Dana
Audit
keuangan/ audit dana adalah audit
terhadap laporan keuangan/dana
suatu entitas (perusahaan atau organisasi)
yang meliputi penerimaan dan pengeluaran yang akan menghasilkan pendapat
(opini) pihak ketiga mengenai relevansi, akurasi, dan kelengkapan
laporan-laporan tersebut.
B.
Siklus
Audit Pendanaan
Siklus
pendanaan terhubung dengan siklus pendapatan dari penerbitan utang obligasi dan
siklus pengeluaran ketika kas dikeluarkan untuk bunga obligasi, dividen, dan
penarikan kembali atau pelunasan saham atau utang obligasi, dan pembelian saham
masyarakat. Alur-alur yang digunakan dalam mencatat transaksi siklus pendanaan
mencakup transaksi utang jangka panjang dan transaksi ekuitas pemegang saham.
Pertimbangan dalam perencanan audit meliputi:
1.
Materialitas : arti penting dari utang jangka
panjang dalam posisi keuangan berbagai perusahan dapat saja berbeda-beda. Pada
umumnya di perusahaan, perbandingan utang jangka panjang terhadap total
kewajiban dan ekuitas pemegang saham tidak material, tetapi pada perusahaan-perusahaan
seperti PLN, perusahaan gas dan air minum utang jangka panjang bisa
mencerminkan lebih dari 50% klaim atas total aktiva.
2.
Risiko bawaan : risiko
salah saji dalam pelaksanaan dan pencatatan transaksi-transaksi siklus keuangan
biasanya rendah, dimana dalam kebanyakan perusahaan transaksi-transaksi siklus
ini jarang terjadi kecuali untuk pembayaran bunga dan dividen, yang
kadang-kadang ditangani oleh pihak luar. Disamping itu juga,
transaksi-transaksi semacam ini kebanyakan membutuhkan otorisasi dari
dewan komisaris dan pejabat perusahaan terlibat dalam pelaksanaannya.
3.
Risiko prosedur analitis : merupakan elemen risiko
deteksi yang berupa kegagalan prosedur analitis dalam mendeteksi
kekeliruan material.
4.
Risiko pengendalian: dalam lingkungan pengendalian,
tanggung jawab atas transaksi biasanya dibebankan pada kepala departemen
yang harus memiliki integritas dan kompetensi untuk melakukan tugas-tugas.
C. Pengujian Substantif atas Saldo Utang
Jangka Panjang
Hutang Jangka Panjang adalah kewajiban sekarang yang timbul dari kegiatan
atau transaksi yang lalu, yang jatuh temponya lebih dari satu tahun
ditinjau dari tanggal neraca.
Hutang jangka panjang
harus dijelaskan dengan cukup dalam neraca. Setiap jenis hutang jangka panjang
harus disajikan secara terpisah di dalam neraca dan diberi catatan kaki yang
cukup jika hal ini diperlukan.
Umumnya hutang jangka panjang dipisahkan menjadi dua kelompok : hutang jangka panjang yang ditarik dengan perjanjian tertulis dan hutang jangka panjang yang tidak disertai dengan perjanjian tertulis. Contoh hutang kelompok pertama adalah hutang bank dan hutang obligasi, sedangkan contoh hutang kelompok kedua adalah pengkreditan yan ditangguhkan (deferred credits), jaminan dari pelanggan (customer's deposit), hutang garansi produk.
Tujuan Pengujian Substantif Terhadap Hutang Jangka Panjang
Umumnya hutang jangka panjang dipisahkan menjadi dua kelompok : hutang jangka panjang yang ditarik dengan perjanjian tertulis dan hutang jangka panjang yang tidak disertai dengan perjanjian tertulis. Contoh hutang kelompok pertama adalah hutang bank dan hutang obligasi, sedangkan contoh hutang kelompok kedua adalah pengkreditan yan ditangguhkan (deferred credits), jaminan dari pelanggan (customer's deposit), hutang garansi produk.
Tujuan Pengujian Substantif Terhadap Hutang Jangka Panjang
1.
Memperoleh
keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan hutang
jangka panjang.
2.
Membuktikan
bahwa saldo hutang jangka panjang mencerminkan kepentingan kreditur yang ada
pada tanggal neraca dan mencerminkan keterjadian transaksi yang berkaitan
dengan hutang jangka panjang selama tahun yang diaudit.
3.
Membuktikan
kelengkapan transaksi yang dicatat selama tahun yang diaudit dan kelengkapan
saldo hutang jangka panjang yang disajikan di neraca.
4.
Membuktikan
bahwa hutang jangka panjang yang dicantumkan di neraca merupakan klaim kreditur
terhadap aktivitas entitas.
5.
Membuktikan
kewajaran penilaian hutang jangka panjang yang dicantumkan di neraca.
6.
Membuktikan
kewajaran penyajian dan pengungkapan hutang jangka panjang di neraca.
Asersi dalam akun
hutang jangka panjang dan akun penilainnya
1.
Keberadaan dan Keterjadian
Auditor membuktikan apakah saldo hutang jangka
panjang mencerminkan kepentingan transaksi yang berkaitan dengan hutang
jangka panjang selam tahun yang diaudit. Untuk mencapai tujuan tersebut,
auditor melakukan berbagai pengujian substantif berikut ini :
Pengujian analitik, Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan hutang jangka panjang & biaya bunga, Review terhadap otorisasi & kontrak penarikan hutang jangka panjang, dan Konfirmasi dari kreditur & bond trustee
Pengujian analitik, Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan hutang jangka panjang & biaya bunga, Review terhadap otorisasi & kontrak penarikan hutang jangka panjang, dan Konfirmasi dari kreditur & bond trustee
2.
Kelengkapan
Untuk membuktikan bahwa hutang jangka panjang yang dicantumkan di neraca mencakup semua kepentingan kreditur terhadap aktiva entitas pada tanggal neraca dan mencakup semua transaksi yang berkaitan dengan hutang jangka panjang dalam tahun yang diaudit, auditor melakukan berbagai pengujian substantif berikut ini :
Pengujian analitik, Pemeriksaan bukti transaksi yang berkaitan dengan hutang jangka panjang & biaya bunga, Review terhadap perjanjian hutang jangka panjang & pelajari pasal - pasal yang terdapat di dalamnya, dan Konfirmasi dari kreditur & bond trustee
Untuk membuktikan bahwa hutang jangka panjang yang dicantumkan di neraca mencakup semua kepentingan kreditur terhadap aktiva entitas pada tanggal neraca dan mencakup semua transaksi yang berkaitan dengan hutang jangka panjang dalam tahun yang diaudit, auditor melakukan berbagai pengujian substantif berikut ini :
Pengujian analitik, Pemeriksaan bukti transaksi yang berkaitan dengan hutang jangka panjang & biaya bunga, Review terhadap perjanjian hutang jangka panjang & pelajari pasal - pasal yang terdapat di dalamnya, dan Konfirmasi dari kreditur & bond trustee
3.
Penilaian
Penyajian di dalam neraca harus dengan penjelasan sebagaimana diatur dalam prinsip akuntansi tersebut. Dengan demikian untuk membuktikan asersi penilaian hutang jangka panjang yang dicantumkan pada neraca, auditor melakukan pengujian substantif berikut ini :
Prosedur audit awal, Pengujian analitik, Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan hutang jangka panjang & biaya bunga, Review terhadap perjanjian hutang jangka panjang & pelajari pasal - pasal yang terdapat di dalamnya, Konfirmasi dari kreditur & bond trustee, dan Penghitungan kembali biaya bunga.
Penyajian di dalam neraca harus dengan penjelasan sebagaimana diatur dalam prinsip akuntansi tersebut. Dengan demikian untuk membuktikan asersi penilaian hutang jangka panjang yang dicantumkan pada neraca, auditor melakukan pengujian substantif berikut ini :
Prosedur audit awal, Pengujian analitik, Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan hutang jangka panjang & biaya bunga, Review terhadap perjanjian hutang jangka panjang & pelajari pasal - pasal yang terdapat di dalamnya, Konfirmasi dari kreditur & bond trustee, dan Penghitungan kembali biaya bunga.
4.
Kepentingan ( Stockholder's
Interest )
Untuk membuktikan klaim kreditur atas aktiva
entitas pada tanggal neraca, auditor melakukan pengujian substantif berikut
ini :
Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan hutang jangka panjang & biaya bunga, Review terhadap perjanjian hutang jangka panjang & pelajari pasal - pasal yang terdapat di dalamnya, dan Konfirmasi dari kreditur & bond trustee
Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan hutang jangka panjang & biaya bunga, Review terhadap perjanjian hutang jangka panjang & pelajari pasal - pasal yang terdapat di dalamnya, dan Konfirmasi dari kreditur & bond trustee
5.
Penyajian dan Pengungkapan
Penyajian dan pengungkapan unsur - unsur laporan
keuangan harus didasarkan pada PABU. Pengujian substantif terhadap hutang
jangka panjang diarahkan untuk mencapai salah satu tujuan membuktikan apakah unsur
hutang jangka panjang telah disajikan dan diungkapkan oleh klien di neracanya
sesuai dengan PABU. Satu - satunya pengujian substantif untuk membuktikan
asersi penyajian dan pengungkapan hutang jangka panjang di neraca adalah dengan
membandingkan penyajian dan pengungkapan hutang jangka panjang di neraca yang
diaudit dengan PABU melalui berbagai prosedur berikut ini :
Review terhadap perjanjian hutang jangka panjang & pelajari pasal - pasal yang terdapat di dalamnya, Pemeriksaan terhadap klasifikasi hutang jangka panjang yang segera jatuh tempo di dalam neraca, dan Pemeriksaan terhadap pengungkapan yang berangkutan dengan hutang jangka panjang
Review terhadap perjanjian hutang jangka panjang & pelajari pasal - pasal yang terdapat di dalamnya, Pemeriksaan terhadap klasifikasi hutang jangka panjang yang segera jatuh tempo di dalam neraca, dan Pemeriksaan terhadap pengungkapan yang berangkutan dengan hutang jangka panjang
Program
Pengujian Substantif Terhadap Hutang Jangka Panjang
Prosedur Audit Awal
Prosedur Audit Awal
Pengujian Analitik
Hitung Ratio
1. Ratio Hutang
dengan Total Aktiva
Rumus : Total Hutang/Total Aktiva
2. Ratio Hutang
dengan Ekuitas
Rumus : Total Hutang/Total Ekuitas
3. Ratio Times
Interest Earned
Rumus : Laba Bersih Usaha/Biaya Bunga Obligasi
4. Ratio Biaya
Bunga dengan Hutang
Rumus : Biaya Bunga/Rerata Bunga
Ratio yang telah
dihitung tersebut kemudian dibandingkan dengan harapan auditor, misalnya ratio
tahun lalu, rerata ratio, atau ratio yang dianggarkan. Pembanding ini membantu auditor
untuk mengungkapkan :
1. Peristiwa atau transaksi yang tidak
biasa
2. Perubahan akuntansi
3. Perubahan entitas
4. Fluktuasi acak
5. Salah saji
Pengujian
Terhadap Transaksi Rinci
1.
Usut
penerimaan uang dari penarikan hutang jangka panjang
2.
Mintalah
konfirmasi mengenai hutang jangka panjang dari bank dan trust company
3.
Periksa
dokumen yang mendukung transaksi pembayaran bunga
4.
Periksa
dokumen yang mendukung transaksi pembayaran pokok pinjaman
5.
Periksa
aktiva yang dijaminkan dalam penarikan hutang jangka panjang
6.
Periksa
polis asuransi aktiva yang dijaminkan dalam penarikan hutang jangka panjang
7.
Periksa
kepatuhan klien terhadap batasan - batasan yang dikenakan oleh kreditur
8.
Periksa
dokumen yang mendukung transaksi treasury bond
9.
Verifikasi
perhitungan bunga, amortisasi premi dan diskonto obligasi, dan hutang bunga
obligasi
Pengujian Terhadap Akun Rinci
1.
Minta
atau buatlah daftar hutang jangka panjang
2.
Minta
atau pelajari copy trust indenture dan surat perjanjian penarikan kredit jangka
panjang
3.
Periksalah
kesesuaian penilaian hutang jangka panjang dengan PABU
4.
Hitung
kembali amortisasi premi obligasi dan diskonto obligasi
Verifikasi
Penyajian dan Pengungkapan
1.
Periksa
klasifikasi hutang jangka panjang yang segera jatuh tempo di dalam neraca
2.
Mintalah
perjanjian hutang jangka panjang dan pelajari pasal - pasal yang terdapat di
dalamnya
3.
Periksa
penjelasan yang bersangkutan dengan hutang jangka panjang
D. Pengujian Substantif atas Saldo
Ekuitas Pemegang Saham
Sebelum membahas pengujian substantive terhadap
ekuitas pemegang saham, perlu diketahui lebih dahulu prinsip akuntansi
berterima umum dalam penyajian ekuitas pemegang saham di neraca sebagai berikut
:
1.
Modal saham Penjelasan yang
lengkap terhadap akun modal saham harus dibuat di neraca yang dapat disajikan
dalam bentuk catatan kaki atau sebagai catatan atas laporan keuangan.
2.
Treasury stock Treasury
stock harus disajikan di neraca kelompok
modal saham. Jumlah yang disajikan harus
sebesar kosnya, sebagai pengurangan terhadap jumlah modal saham dan saldo laba.
3.
Saldo laba Perubahan saldo laba
dalam tahun yang diaudit dapat disajikan
di dalam laporan tersendiri yang disebut
laporan perubahan saldo laba atau digabungkan dalam laporan laba rugi.
Pengujian substantif
terhadap modal saham ditujukan untuk:
1.
Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan
akuntansi yang bersangkutan dengan ekuitas pemegang saham,
2.
Membuktikan bahwa saldo modal saham mencerminkan
kepentingan pemegang saham yang ada pada tanggal neraca dan mencerminkan
keterjadian transaksi yang berkaitan dengan ekuitas pemegang saham selama tahun
yang diaudit,
3.
Membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat selama
tahun yang diaudit dan kelengkapan saldo ekuitas pemegang saham yang disajikan
di neraca,
4.
Membuktikan bahwa saldo ekuitas pemegang saham yang
dicantumkan di neraca merupakan klaim pemilik terhadap aktiva entitas,
5.
Membuktikan kewajaran penilaian ekuitas pemegang saham
yang dicantumkan di neraca,
6.
Membuktikan kewajaran penyajian dan
pengungkapan ekuitas pemegang saham yang dicantumkan di neraca.
BAB III
KESIMPULAN
Audit
keuangan/ audit dana adalah audit
terhadap laporan keuangan/dana
suatu entitas (perusahaan atau organisasi)
yang meliputi penerimaan dan pengeluaran yang akan menghasilkan pendapat
(opini) pihak ketiga mengenai relevansi, akurasi, dan kelengkapan
laporan-laporan tersebut.
siklus pendanaan perusahaan mengeluarkan surat
berharga saham atau obligasi (utang jangka panjang).
Pengujian
Substantif atas Saldo Utang Jangka Panjang
Pengujian substantif terhadap utang jangka panjang ditujukan untuk:
Pengujian substantif terhadap utang jangka panjang ditujukan untuk:
1. Memperoleh keyakinan tentang
keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan utang jangka panjang,
2. Membuktikan bahwa
saldo utang jangka panjang mencerminkan kepentingan kreditur yang ada pada
tanggal neraca dan mencerminkan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan
utang jangka panjang selama tahun yang diaudit,
3. Membuktikan kelengkapan
transaksi yang dicatat selama tahun yang diaudit dan kelengkapan saldo utang
jangka panjang yang disajikan di neraca,
4. Membuktikan bahwa
utang jangka panjang yang dicantumkan di neraca merupakan klaim kreditur
terhadap aktiva entitas,
5. Membuktikan kewajaran
penilaian utang jangka panjang yang dicantumkan di neraca,
6. Membuktikan kewajaran
penyajian dan pengungkapan utang jangka panjang yang dicantumkan di neraca.
Pengujian substantif terhadap modal saham ditujukan
untuk:
1. Memperoleh keyakinan tentang
keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan ekuitas pemegang saham,
2. Membuktikan bahwa saldo modal saham
mencerminkan kepentingan pemegang saham yang ada pada tanggal neraca dan
mencerminkan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan ekuitas pemegang saham
selama tahun yang diaudit,
3. Membuktikan kelengkapan
transaksi yang dicatat selama tahun yang diaudit dan kelengkapan saldo ekuitas
pemegang saham yang disajikan di neraca,
4. Membuktikan bahwa
saldo ekuitas pemegang saham yang dicantumkan di neraca merupakan klaim pemilik
terhadap aktiva entitas,
5. Membuktikan kewajaran penilaian
ekuitas pemegang saham yang dicantumkan di neraca,
6. Membuktikan kewajaran penyajian dan
pengungkapan ekuitas pemegang saham yang dicantumkan di neraca.
DAFTAR
PUSTAKA
Halim, Abdul, Auditing 2, Akademi Manajemen Perusahan YKPN,
Yogyakarta, 2004
Jusup, Haryono, Auditing (pengauditan), Bagian Penerbit Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta, 2002
http://dedysuarjaya.blogspot.com/2010/09/pengauditan-siklus-pendanaan.html

0 komentar:
Posting Komentar